Suasana Akademik: Kreativitas Mahasiswa HES


Akademik & Kemahasiswaan Karya Mahasiswa

Kreativitas Tanpa Batas: Mahasiswa HES Bedah Perspektif NU Terhadap Bunga Bank Melalui Podcast Edukatif (UAS Ushul Fiqh)

INDRAMAYU – Transformasi metode pembelajaran di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) terus digencarkan. Tidak hanya terpaku pada teks kitab kuning di ruang kelas, mahasiswa didorong untuk mengontekstualisasikan teori Ushul Fiqh ke dalam format media digital yang kekinian.

Salah satu karya inovatif lahir dari penugasan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Ushul Fiqh. Kelompok mahasiswa yang terdiri dari Saskiah Amanah (Moderator), Mutiara Hayulina, Gita Citra Lestari, Roby Kurniawan, dan Irfan Ali Baihaqi berhasil mengemas diskusi berat mengenai hukum bunga bank ke dalam format Podcast yang renyah dan mudah dipahami.

Ushul Fiqh dalam Kacamata Nahdlatul Ulama

Dalam video berdurasi ringkas tersebut, para mahasiswa membedah fenomena bunga bank dari perspektif Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU). Diskusi tidak terjebak pada dikotomi halal-haram yang kaku, melainkan menggali kedalaman metodologi hukum Islam.

"NU tidak menutup mata terhadap keterbatasan umat. Justru dari situ NU membangun kesadaran, edukasi, dan perlahan mendorong penguatan lembaga keuangan syariah. Pendekatan ini berangkat dari prinsip kemaslahatan, keadilan, dan perlindungan terhadap umat."
(Kutipan dari Podcast Mahasiswa HES)

Beberapa poin kritis yang diangkat dalam diskusi mahasiswa ini antara lain:

  • Darurat Ekonomi & Geografis: Bagaimana hukum Islam merespons kondisi masyarakat pedesaan yang belum terjangkau akses bank syariah.
  • Konsep Akhfuadh Dhararain: Prinsip mengambil risiko/mudarat yang paling ringan di antara dua pilihan sulit.
  • Sikap Tawassuth (Moderat): Bagaimana NU memposisikan diri antara idealisme syariah dan realitas sosial ekonomi umat.

Relevansi dengan Akreditasi Prodi Unggul

Publikasi karya mahasiswa dalam bentuk konten digital ini merupakan bukti nyata pemenuhan standar akreditasi LAMEMBA/BAN-PT, khususnya pada:

  1. Kriteria Pendidikan (Standar Proses): Implementasi metode pembelajaran pemecahan kasus (Case Method) dan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
  2. Kriteria Luaran Tridharma: Mahasiswa mampu menghasilkan karya rekognisi yang dapat diakses publik, menunjukkan kompetensi literasi digital dan komunikasi publik.
  3. Kurikulum OBE (Outcome Based Education): Penilaian tidak hanya berbasis ujian tulis, tetapi pada output karya nyata yang relevan dengan tantangan zaman.

Simak Diskusi Lengkapnya

Bagaimana para calon sarjana hukum ekonomi syariah ini berargumen? Simak kepiawaian retorika dan kedalaman analisis mereka melalui video berikut ini:

Dukung kreativitas mahasiswa HES dengan menonton, menyukai, dan membagikan video ini.

► Tonton di YouTube

Tag: #HESAlAziz #UshulFiqh #PodcastMahasiswa #AkreditasiUnggul #KaryaMahasiswa2025 #EkonomiSyariah #NahdlatulUlama

0 Komentar