Implementasi L-STEAMS dan Strategi "Lita’arrofu" Menuju Rekognisi Unggul Prodi HES
Momentum Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-8 Institut Agama Islam (IAI) AL-AZIS bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi mahasiswa semester 6. Dalam pembekalan yang dihadiri oleh 86 peserta dari total 162 mahasiswa, terungkap bahwa KKN tahun 2026 ini membawa misi ganda: pengabdian masyarakat berbasis L-STEAMS dan pemenuhan standar mutu akademik tingkat tinggi.
Filosofi "Lita’arrofu": Lebih dari Sekadar Berkenalan
Dalam arahannya, Rektor IAI AL-AZIS, Dr. (Cand) Datuk Sir. Imam Prawoto CRBC, MBA, menekankan landasan teologis dari surat Al-Hujurat ayat 13, "Inna kholaqnakum min dzakarin wa untsa...". Esensi KKN adalah Lita’arrofu. Bagi mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), ini bukan sekadar saling mengenal nama dengan warga desa, melainkan memperkenalkan kompetensi dan kapabilitas.
Rektor menegaskan, "Ijhad wala taksal wala takun ghafilan"—bersungguh-sungguhlah, jangan berleha-leha, dan jangan lalai. Jangan ada mental "Melting/Melping" (lemah/mudah menyerah) saat menghadapi dinamika di lapangan.
Pendekatan L-STEAMS dalam Perspektif HES
Tema besar KKN kali ini mengusung pendekatan L-STEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, Spiritual). Bagaimana Prodi HES menerjemahkan ini?
Sesuai materi pembekalan metodologi penelitian oleh Dadan Mardani, S.Sos., M.A., M.Pd., mahasiswa HES memiliki peran strategis dalam pilar Law (Hukum) dan Spiritual yang dikaitkan dengan pemberdayaan ekonomi.
Fokus mahasiswa HES di lokasi KKN (Indramayu) adalah Pemberdayaan UMKM Desa Berbasis Prinsip Ekonomi Syariah untuk mendukung ketahanan pangan. Ini adalah implementasi nyata dari ilmu muamalah yang dipelajari di kelas, diterjemahkan menjadi solusi bagi problem ekonomi warga desa.
Koneksi Vital dengan Akreditasi IAPS 5.0 (PerBAN-PT No. 13 Tahun 2025)
Sebagai Kaprodi, saya perlu menegaskan bahwa KKN ini memiliki aroma akademik yang sangat kental. Rektor menargetkan luaran (output) KKN ini harus menembus publikasi Jurnal Sinta 2. Mengapa target ini begitu tinggi?
Hal ini berkaitan langsung dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.0 yang baru. Dalam dokumen Lampiran 3g PerBAN-PT 13 2025 tentang Sistem Penilaian, poin krusial untuk mencapai predikat Unggul adalah adanya Luaran Dharma Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terukur.
Publikasi mahasiswa HES di jurnal bereputasi (Sinta 2) akan menjadi bukti sahih "Rekognisi" (pengakuan) atas kualitas mahasiswa kita. Ketika mahasiswa HES mampu menulis artikel ilmiah tentang pendampingan hukum bisnis syariah atau audit kepatuhan syariah UMKM desa, itu menjadi poin emas dalam borang akreditasi kita. Ini membuktikan bahwa mahasiswa HES IAI AL-AZIS memiliki daya saing tinggi (outcome based).
Strategi Percepatan Studi: In Time - On Time
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Dr. Nurkholis Abdu Rojak, M.T., mengingatkan bahwa semester 6 adalah periode krusial. KKN harus dijadikan sarana observasi awal untuk penelitian skripsi.
Data yang diambil saat KKN dapat dikonversi menjadi bahan Seminar Proposal di semester 7. Dengan strategi ini, peluang penyelesaian studi tepat waktu (on time) terbuka lebar. Mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengalaman sosial, tetapi juga membawa data mentah untuk skripsi mereka.
Kepada seluruh mahasiswa HES peserta KKN Ke-8: Jadikan ladang pengabdian ini sebagai imtihan (ujian) kehidupan. Tunjukkan bahwa kalian adalah duta-duta HES yang disiplin, cerdas, dan bermartabat. Kita kejar rekognisi Sinta 2 bukan hanya untuk nilai, tapi untuk marwah akademik Prodi HES IAI AL-AZIS di kancah nasional.
0 Komentar