Sidang Munaqosyah HES 2025: Melahirkan Sarjana Hukum Ekonomi Syariah Berintegritas, Bukti Nyata Komitmen Kelulusan Tepat Waktu


Momen berharga para mahasiswa Prodi HES Angkatan 2021 setelah berhasil mempertahankan skripsi di hadapan Dewan Penguji pada Sidang Munaqosyah, 25-26 November 2025.

Pendahuluan: Puncak Perjuangan Akademik

Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti Ruang Sidang Fakultas Syariah, Gedung HM Soeharto, Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI Al-Aziz) pada tanggal 25 hingga 26 November 2025. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) kembali menggelar Sidang Munaqosyah bagi mahasiswa tingkat akhir. Agenda ini bukan sekadar ritual akademik semata, melainkan sebuah pembuktian kualitas intelektual calon sarjana hukum Islam yang siap terjun ke masyarakat.

Sidang kali ini menghadirkan empat mahasiswa terbaik yang telah menuntaskan penelitian skripsinya. Mereka adalah Fahmi Abdillah, Awalia Nur Fitri, Anisa Nur Azizah, dan Firly Alvia Yasmin. Keempatnya berhasil mempertahankan argumen ilmiah mereka di hadapan dewan penguji yang terdiri dari para pakar di bidangnya, antara lain Agus Rojak Samsudin, S.Ag., M.H., Dr. Irvan Iswandi, S.E., M.T., Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E., Dr. Abdur Rahim, M.Si., serta Ahmad Asrof Fitri, S.H.I., M.E.Sy.,

Ulasan Kritis Skripsi Mahasiswa: Relevansi dengan Tantangan Zaman

Penelitian yang diangkat oleh para mahasiswa tahun ini menunjukkan tren positif dalam melihat fenomena ekonomi kontemporer melalui kacamata fikih muamalah. Berikut adalah ulasan mendalam dari masing-masing karya skripsi:

1. Fahmi Abdillah: Menjaga Stabilitas Kampus Lewat Kedisiplinan Finansial

(Judul Skripsi: Analisis Al-Maslahah Terhadap Praktik Pelunasan Sumbangan Wajib Mahasiswa (SWM) Tepat Waktu Oleh Mahasiswa IAI Al-Aziz)

Fahmi mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan kampus, yakni pelunasan SWM. Dengan menggunakan pisau analisis Al-Maslahah (kemaslahatan), Fahmi menyimpulkan bahwa membayar SWM tepat waktu bukan hanya kewajiban administratif, tetapi masuk dalam kategori Maslahah Dharuriyyah (kebutuhan primer).

  • Temuan Kunci: Pelunasan tepat waktu menjaga dua pilar Maqashid Syariah, yaitu Hifz al-Aql (menjaga keberlangsungan pendidikan) dan Hifz al-Mal (menjaga stabilitas keuangan institusi). .
  • Nilai Tambah: Skripsi ini memberikan legitimasi syariah terhadap kebijakan kampus, sekaligus menjadi edukasi bagi mahasiswa lain tentang pentingnya amanah finansial.

2. Awalia Nur Fitri: Harmonisasi Tradisi dan Syariah di Sektor Pertanian

(Judul Skripsi: Analisis Kerjasama Pengelolaan Lahan Pertanian dengan Sistem Paroan di Desa Tanjung, Wonogiri, Berdasarkan Perspektif Madzhab Syafi'i)

Awalia meneliti praktik "Paroan" (bagi hasil pertanian) di kampung halamannya. Ia menemukan bahwa meskipun praktik ini dilakukan secara lisan dan turun-temurun, secara substansial ia telah memenuhi prinsip keadilan dan kerelaan (taradhin).

  • Temuan Kunci: Dalam kacamata Madzhab Syafi'i yang ketat, akad Muzara'ah (bagi hasil pertanian) murni seringkali dianggap tidak sah jika tidak mengikuti akad Musaqah. Namun, Awalia berhasil membuktikan bahwa praktik di Desa Tanjung dapat diterima melalui pendekatan 'Urf (adat kebiasaan) dan Maqashid Syariah yang mengutamakan kemanfaatan lahan dan kesejahteraan petani.
  • Nilai Tambah: Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara teks fikih klasik dengan realitas sosial masyarakat agraris, menawarkan solusi fiqih yang aplikatif dan tidak kaku.

3. Anisa Nur Azizah: Ekonomi Pariwisata dalam Bingkai Syariah

(Judul Skripsi: Praktik Sewa Menyewa Alat Camping di Wisata Gunung Puntang Desa Campaka Mulya Kabupaten Bandung Perspektif Fikih Muamalah)

Merespons tren wisata alam yang meningkat, Anisa meneliti akad sewa-menyewa (Ijarah) alat camping. Ia menyoroti pentingnya kejelasan akad (ghairu gharar) dalam transaksi sewa yang seringkali dilakukan secara lisan dan cepat.

  • Temuan Kunci: Praktik sewa alat di Gunung Puntang dinilai telah memenuhi rukun Ijarah. Namun, Anisa memberikan catatan kritis perlunya SOP tertulis terkait ganti rugi kerusakan alat untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
  • Nilai Tambah: Skripsi ini sangat relevan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata halal, memberikan panduan bagi pelaku usaha wisata untuk menjalankan bisnis yang syar'i dan profesional.

4. Firly Alvia Yasmin: Pemberdayaan UMKM di Pusat Kuliner

(Judul Skripsi: Praktik Sewa-Menyewa Gerai Pujageulis di Kecamatan Haurgeulis Dalam Perspektif Fiqh Muamalah)

Firly mengangkat dinamika ekonomi di "Pujageulis" (Pusat Jajanan Haurgeulis). Ia meneliti bagaimana akad sewa gerai antara pengelola dan pedagang UMKM berlangsung.

  • Temuan Kunci: Sistem sewa yang fleksibel (per 6 bulan) dan transparan dinilai sangat membantu keberlangsungan UMKM. Firly menyimpulkan bahwa praktik ini telah menerapkan prinsip keadilan dan saling menguntungkan, meskipun ia menyarankan perlunya administrasi tertulis yang lebih rapi untuk kepastian hukum jangka panjang.
  • Nilai Tambah: Penelitian ini mendukung penguatan sektor UMKM lokal dan memberikan model pengelolaan pusat kuliner yang berbasis nilai-nilai Islam.

Korelasi dengan Akreditasi: Lulus Tepat Waktu sebagai Indikator Mutu

Pelaksanaan sidang munaqosyah pada bulan November 2025 ini memiliki makna strategis bagi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dalam menyongsong akreditasi.

1. Pemenuhan Standar Kelulusan Tepat Waktu (KTW) Salah satu indikator utama dalam instrumen akreditasi (BAN-PT) adalah persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu (masa studi 4 tahun atau 8 semester). Keberhasilan Fahmi, Awalia, Anisa, dan Firly menyelesaikan studi mereka tepat pada waktunya (Angkatan 2021 lulus di 2025) menyumbang poin maksimal pada Kriteria 9: Luaran dan Capaian Tridharma. Ini membuktikan efektivitas proses pembimbingan skripsi dan manajemen akademik di Prodi HES.

2. Kualitas Riset Mahasiswa (Roadmap Penelitian) Tema-tema skripsi yang diangkat sangat variatif, mulai dari ekonomi pertanian, pariwisata, manajemen pendidikan, hingga UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa roadmap penelitian prodi berjalan dengan baik, di mana mahasiswa didorong untuk meneliti isu-isu riil di masyarakat. Keragaman ini memperkaya khazanah keilmuan prodi dan menjadi bukti bahwa HES IAI Al-Aziz responsif terhadap kebutuhan zaman.

3. Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Kehadiran para dosen pembimbing yang intensif mendampingi (seperti Bapak Agus Rojak Samsudin, S.Ag., M.H., Dr. Irvan Iswandi, S.E., M.T., Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E., dan Ahmad Asrof Fitri, S.H.I., M.E.Sy.,) hingga tahap sidang menjadi bukti berjalannya Kriteria 6: Pendidikan, khususnya dalam aspek pembimbingan tugas akhir yang berkualitas.

Penutup: Mencetak Generasi Emas HES

Sidang Munaqosyah ini bukan akhir, melainkan awal dari kontribusi nyata para sarjana baru di masyarakat. Prodi HES IAI Al-Aziz bangga dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.

Selamat kepada para mahasiswa yang telah lulus! Semoga ilmu yang didapatkan menjadi amal jariyah dan mampu membawa perubahan positif bagi ekonomi umat. Dan bagi mahasiswa tingkat akhir lainnya, jadikan pencapaian rekan-rekan kalian ini sebagai motivasi untuk segera menyusul, demi masa depan gemilang dan akreditasi prodi yang unggul.

4 Komentar

  1. Alhamdulillah bisa berkontribusi dengan lulus tepat waktu

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah bisa mengikuti dan lulus tepat waktu terbaik memang 🔥

    BalasHapus
  3. Alhamdulillaaah, yg menguji doktor dan calon doktor

    BalasHapus
  4. Semoga setelah lulus bisa membuat ilmunya menjadi kenyataan

    BalasHapus